Semangat pagi, Sobat Tangguh! Apa kabarmu hari ini? Masih semangat menjalani New Normal atau Kenormalan baru? Baguuuus! Saya juga. Tak boleh menyerah. Malahan, harus makin produktif. Blog baru ini juga salah satu bentuk produktivitas saya selama pandemi ini.

Menurut saya sih, sejak Maret saya sudah mengatakan bahwa pandemi ini membuktikan seberapa adaptif kita terhadap keadaan dan lingkungan. Jadi, sebagai orang yang mengaku literate, saya tidak mau larut dalam kegalauan. Langsung cari celah tuk bergerak. 

10 Hal tentang Kampung Tangguh Semeru


Pilihan saya selain membangun blog catatan belajar, blog rangkuman buku bacaan, juga berkebun. Makanya, saat tahu ada Lomba Blogger Kampung Tangguh Semeru, jiwa ngontes saya meronta. Saya harus ikut.

Jadi... ini postingan perdana saya. Tak lain tak bukan adalah rangkuman dari apa yang saya baca tentang Kampung Tangguh Semeru. Mau tahu apa itu? Ini dia 10 hal tentang Kampung Tangguh Semeru hasil rangkuman saya.

1. Program penanggulangan Covid-19 berbasis komunitas

Komunitas di sini maksudnya adalah elemen masyarakat paling kecil yaitu Rukun Tetangga, lalu naik menjadi Rukun Warga. Dari sini akan meningkat menjadi komunitas yang lebih besar yaitu dukuh/dusun, lalu desa, kecamatan, kabupaten, dan seterusnya. 
Meski berbasis komunitas, namun program ini awalnya diadakan di desa yang memiliki angka positif Covid-19 yang tinggi. Mulainya dari situ lalu makin lama makin banyak yang menyadari bahwa program ini terbukti ampuh untuk mengurangi sebaran Covid-19 sekaligus menjadi solusi pemberdayaan masyarakat.

2. Penguatan pemberdayaan masyarakat

Bekerja di level terbawah dengan tingkat partisipasi warga yang antusias, membuat Kampung Tangguh Semeru memiliki dampak besar dalam hal penguatan pemberdayaan masyarakat. Budaya gotong royong memasuki tahap baru dengan ditemani Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta TNI Polri sebagai security assessor.
Kampung Tangguh berkembang menjadi Sekolah Tangguh, Pasar Tangguh, Masjid Tangguh, dan sebagainya. 

3. Problem Oriented Policing

Problem Oriented Policing adalah pemolisian yang berorientasi pada pemecahan masalah masyarakat. Polisi diharuskan memiliki kemampuan bagus dalam menganalisa penyebab permasalahan yang terjadi di masyarakat, serta dapat menyelesaikannya dengan cepat. Ini adalah salah satu bentuk adopsi sistem kepolisian di masyarakat.

4. Model pemolisian kolaboratif

Model pemolisian kolaboratif, artinya polisi berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat untuk bersama menghadapi tantangan spesifik yaitu pandemi Covid-19. Masyarakat diajak berpartisipasi aktif serta berswadaya dan swakarsa agar tantangan tersebut dengan cepat terselesaikan. 

5. Menerapkan sistem Pantehalex

Pantehalex sesuai dengan namanya adalah lima (penta) jalinan (helix) yang terdiri dari unsur pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha, dan media bersatu membangun kebersamaan dalam pembangunan. Pemerintah adalah political power, yang merumuskan kebijakan melalui keputusan, sedangkan masyarakat atau komunitas adalah social power.
Jika lima unsur ini berpadu dan harmonis, maka hasilnya akan sangat luar biasa.
 

6. Diinisiasi oleh Kapolda Jatim

Rasanya sulit untuk diingkari bahwa Kampung Tangguh Semeru adalah proyek yang diinisiasi oleh Kapolda Jatim, yaitu Irjen Muhammad Fadil Imran. Beliau pernah membuat program Kampung Aman saat masih menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat. Kampung Aman bertujuan membuat wilayah menjadi bebas dari masalah kriminalitas dan narkoba. 

Begitu dilantik sebagai Kapolda Jatim pada bulan Mei lalu, beliau langsung menggulirkan Kampung Tangguh Semeru, dan langsung disambut dengan hangat bahkan makin banyak melahirkan Kampung Tangguh Semeru di seluruh Jawa Timur. Jumlahnya sekarang sudah mencapai seribuan.

Peresmian Industri Tangguh. Gambar dari https://blitarkota.go.id/


7. Pilot project kolaboratif antara TNI/Polri, Pemprov Jatim dan Forkopimda

Meski masih baru namun sudah semangat membuat pilot project kolaboratif antara TNI/Polri, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Forkopinda atau Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Seberapa mesranya hubungan ketiganya. Tentu kita harapkan kolaborasi ini berhasil dengan sangat baik, ya.

8. Kampung Tangguh Semeru bersifat dinamis. 

Konsep Kampung Tangguh Semeru adalah untuk memecahkan masalah di masyarakat (Problem Oriented Policing) dan kuncinya adalah bottom up participation. Jadi partisipasi dari bawah atau masyarakat pada pemerintah adalah penentu dari bentuk Kampung Tangguh ini. Jadi antar Kampung Tangguh Seru tidak bisa sama bentuk dan perkembangannya. Bentuknya menjadi dinamis, sesuai dengan karakter masyarakat tersebut. 

Kampung Tangguh Semeru juga bisa berkembang menjadi Masjid Tangguh, Sekolah Tangguh, Pasar Tangguh, Pesantren Tangguh dan Industri Tangguh, sesuai kemampuan adaptif warga yang mengelola #KampungTangguhSemeru.

9. Telah diadopsi menjadi program nasional

Tak butuh lama bagi Kampung Tangguh Semeru untuk menjadi program nasional. Nama untuk versi nasional adalah Kampung Tangguh Nusantara. Pengadopsian ini dilakukan karena dianggap terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat untuk bersama-sama menangkal Covid-19.

10. Sudah ada 1559 Kampung Tangguh Semeru di Jawa Timur 


Sejak digulirkan pada akhir bulan Mei lalu sampai pertengahan Juni 2020, sudah ada 1559 Kampung Tangguh Semeru di Jawa Tilur. Semuanya berdeklarasi menyatakan siap menghentikan penyebaran Covid-19 bersama-sama. Dengan demikian, bisa dikatakan hampir semua Rukun Warga atau RW telah menjadi bagian dari program Kampung Tangguh Semeru. Pertumbuhannya sangat cepat seperti cendaan di musin hujan.

Bagaimana? Apakah informasi ini bermanfaat? Bagikan ke yang lainnya agar semakin banyak yang tahu tentang program yang bagus ini.

Ayo Jogo Jawa Timur, Bekerja Bersama untuk Jawa Timur yg lebih aman dan Bebas Covid-19!